PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh Gelar Pasanggiri
Dipublikasikan pada: 02 Dec 2025 07:28
PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh Wilayah Timur menggelar Pasanggiri di halaman Masjid Al Mukmin, Prada Utama, Kota Banda Aceh, Minggu (30/11). Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari usia dini hingga kategori istimewa ini berlangsung meriah dan disambut antusias oleh para pesilat.
Ketua PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh, Achmad Mu’min, menyebut Pasanggiri menjadi agenda penting yang secara rutin digelar untuk memperkuat pembinaan pencak silat di seluruh wilayah.
“Pasanggiri ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi ruang untuk menjaga kesinambungan tradisi silat dan mengukur hasil pembinaan yang sudah berjalan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk melihat wilayah mana yang rutin berlatih dan mana yang perlu dukungan lebih lanjut," ujarnya.
Achmad Mu’min menjelaskan Pasanggiri juga menjadi ajang dalam menjaga kelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. "Nilai-nilai luhur dalam pencak silat seperti disiplin, ketangguhan mental, dan budi pekerti harus terus diwariskan kepada generasi muda, maka kegiatan ini lebih dari sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter," katanya.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Pasanggiri juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar peserta. "Kehangatan dan keakraban yang tercipta dalam kegiatan ini mencerminkan pencak silat bukan hanya ilmu bela diri, tetapi juga wadah membangun hubungan sosial yang kuat di lingkungan masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu, Pembina PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh, Muariful Khoiri, menilai Pasanggiri sebagai kesempatan penting untuk menjaring bibit-bibit pesilat muda berbakat. "Kami berharap peserta dapat memanfaatkan ajang ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik tanpa semata-mata mengejar kemenangan," katanya.
Muariful Khoiri juga mengatakan Pasanggiri membawa pesan moral agar seluruh peserta terus mencintai dan menjaga pencak silat sebagai warisan leluhur. "Filosofi silat tak hanya soal teknik bertarung, tetapi juga mengenai etika, pengendalian diri, dan pembentukan kepribadian yang kuat dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Muariful Khoiri mengajak seluruh peserta, pelatih, dan panitia menjadikan Pasanggiri sebagai momentum memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas latihan. "Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat besar, menumbuhkan motivasi, serta menjadi bagian penting dalam perjalanan pelestarian pencak silat di Banda Aceh," tutupnya.